Don't forget to leave a comment yah sob :)
ASAL
USUL DESA DRESEN
Pada zaman dahulu, ada sepasang kakak
adik. Namanya Kopo dan Kenthiri. Warga desa sering menyebutnya Maling Kopo dan
Maling Kenthiri. Karena pekerjaan mereka sehari-hari adalah maling. Meskipun
mereka saudara kandung, tapi mereka memiliki sifat yang sangat berbeda. Si
kakak, yaitu Maling Kopo memiliki sifat yang dermawan, meskipun dia memiliki
hasil curian yang sangat banyak, tapi dia tidak egois, artinya dia tidak
menggunakan hasil curiannya itu untuk dirinya sendiri, melainkan disumbangkan
kepada tetangganya yang kurang mampu dan membagi hasilnya dengan adiknya.
Tapi,
lain dengan adiknya, yaitu Maling Kenthiri, ia sama sekali tidak mau membagi
hasil curiannya dengan orang lain, dengan kakaknyapun dia tidak mau berbagi.
Tapi, bagaimanapun kedua maling tersebut sama-sama tidak memiliki sifat yang
terpuji, karena mereka sama-sama maling. Mereka adalah maling yang boleh
dibilang maling kelas kakap. Karena,
meskipun mereka sering tertangkap, mereka tidak pernah kapok dengan hal yang dilakukannya.
Hingga pada suatu hari, ketika mereka berdua sedang maling di sebuah rumah
saudagar yang kaya raya, mereka melihat seorang gadis yang sangat cantik yang
sedang tidur. Akhirnya, mereka mempunyai niat untuk menculik gadis itu. Tapi,
mereka malah ketahuan oleh keluarga tersebut, hingga mereka dikejar-kejar oleh
warga di desa tersebut. Tapi, tetap saja warga tidak bisa menangkap kedua
maling itu, karena Maling Kopo dan Kenthiri larinya sangat kencang, layaknya
kereta express. Hingga kedua maling tersebut merasa sangat lelah dan haus.
Ketika mereka sedang berusaha mencari air , mereka menemui seorang pria tua
yang sedang menyadap legen. Mereka menyebutnya nderes legen. Nama penyadap
legen tersebut adalah Pak Rahmat. Mereka meminta legen kepada Pak Rahmat, dan
mereka berjanji akan membayarnya berapapun harganya. Karena mereka merasa
memiliki uang dan harta yang banyak, setelah merampok rumah saudagar kaya raya
tadi. Dan Pak Rahmatpun percaya akan omongan kedua pemuda tersebut, karena Pak
Rahmat tidak tahu kalau kedua pemuda tersebut adalah maling. 10 bumbung legen
telah mereka habiskan. Pak Rahmat hanya bisa melongo dan kagum dengan kedua
pemuda tersebut.
Ketika pemuda tersebut telah selesai minum legen, Pak
Rahmatpun menagih uang mereka. Tapi, ketika mereka akan membayar legen
tersebut, tiba-tiba Kopo dan Kenthiri kaget. Karena ternyata, uang hasil
rampokan mereka tadi tidak ada. Mungkin uang mereka jatuh ketika sedang dikejar
warga. Akhirnya Pak Rahmatpun marah kepada mereka. Karena untuk membuat satu bumbung
legen saja, butuh waktu 3 hari 3 malam. Dan harganya pun juga mahal. Tapi,
maling Kopo dan Kenthiri tetap tidak mau membayar. Akhirnya terjadilah
pertengkaran antara Maling Kopo dan Kenthiri dengan Pak Rahmat. Tapi, Maling
Kopo dan Kenthiri tidak bisa menahan emosi mereka. Dan karena mereka sakti,
maka dengan mudahnya mereka bisa membunuh Pak Rahmat. Ketika mereka membunuh
Pak Rahmat, disaksikan oleh semua warga yang tadinya mengejar Maling Kopo dan
Kenthiri. Warga semakin marah karena kedua maling tersebut telah membunuh
tetangga mereka, seseorang yang dianggap paling sepuh di desa itu. Lalu, ketika
kedua maling itu melihat bahwa warga semakin marah, maka mereka kemudian lari
dan meninggalkan desa tersebut. Tapi, sebelum lari , mereka sempat berpesan “
Apabila memang orang yang aku bunuh ini sangat terhormat bagi kalian, maka
untuk mengenangnya , jika suatu saat desa ini menjadi ramai dan padat
penduduknya, maka akan aku beri nama DRESEN, dari kata nderes dan legen. Karena
orang yang aku bunuh ini pekerjaannya nderes legen”. Setelah menyampaikan pesan
tersebut, kedua maling tersebut akhirnya pergi dan lari sangat kencang sekali,
sampai-sampai warga tidak bisa melihat mereka dalam sekejap.
Akhirnya
lama-kelamaan desa tersebut menjadi ramai dan padat penduduknya. Dan mereka
memberi nama desa tersebut, Desa DRESEN. Yaitu, dari kata “nderes” atau
menyadap dan “legen”. Karena mayoritas penduduk desa itu bekerja sebagai
penyadap legen. Dan sampai sekarang desa tersebut dinamakan desa Dresen,
terletak di dekat Desa Tasikharjo, Kec. Kaliori, Kab. Rembang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar