Sabtu, 24 Agustus 2013

My life Story ( Part IV )


E. Keyakinan Hati

Tidak seperti biasa, aku hari ini bangun lebih awal dari hari - hari biasanya. Udara dingin masih menyelimuti kota Metropolitan. Tubuhku yang biasanya tidak bisa diajak kompromi, khusus hari ini sangat bersemangat untuk mengikuti kemauanku. Ku beranjak dari ranjang tidurku dan segera bergegas ke kamar mandi tanpa melihat jam yang terpatung manis di meja sebelah ranjang tidurku. Ku lawan udara dingin yang seakan memintaku untuk kembali berbaring di bawah selimut tebal yang menggodaku itu, tapi rasanya pagi ini imanku benar - benar kuat. Kuabaikan semua godaan yang menghampiriku.

Ku ambil air wudlu, kubasuhkan ke wajahku, seakan membuat wajahku yang semalaman meredup kini kembali bersinar terang bak cahaya purnama yang menyinari bumi. Ku ambil mukenah dan mulai kulantunkan lafadz lafadz Allah.
Kupanjatkan do'a memohon kepada Tuhan, semoga di hari ini, hari pertama aku menimba ilmu di kota baru, di lingkungan yang baru, Engkau selalu memberikan perlindungan dan keberkahan buatku, aku percaya Engkau selalu di sisiku. :)

***
Kupakai seragam putih biru tua ku sewaktu aku sekolah di Bengangon, ku sandang tas baruku, kupakai si hitam di kakiku, berharap merekalah yang akan menemaniku sehari ini di sekolah.
"Wawa.... wawa.." suara Ibu yang dari tadi memanggilku, memintaku untuk segera menuju ke ruang makan untuk sarapan pagi.
Setelah sekian lama aku bercermin di depan kaca, aku pun segera menuju ke lantai bawah untuk sarapan pagi. Dengan diiringi suara derapan sepatu hitamku yang mengkilat karena baru saja selesai aku semir, aku menuju ke meja makan.
Ayah dan Ibu sudah menungguku di meja makan, sedangkan mbok inem lebih memilih untuk makan di belakang saja, walaupun sudah dipaksa ayah untuk ikut bergabung di meja makan bersama kami.

Sarapan ku pagi ini ditemani oleh sepiring nasi goreng khas Bengangon buatan ibu dan semangkok bubur ayam buatan mbok inem, ditambah segelas susu segar yang dibawa ayah dari Bengangon. Cukup lah untuk menyimpan energi untuk di sekolah nanti....

Setelah semua menu aku lahap, aku pun segera bergegas menuju ke mobil. Mulai hari ini dan seterusnya, aku akan berangkat sekolah bersama dengan ayah.
Dengan mengucapkan salam kucium tangan Ibu dan mbok inem, seakan turut mendoakanku untuk hari ini.
"Assalamu'alaikum bu, mbok, doakan aku sukses menempuh hari baruku ini. " batinku

lambaian tangan dari Ibu dan mbok inem terus aku pandang sampai mereka terlihat mengecil, mengecil, dan kemudian menghilang begitu saja dalam penglihatanku. Aku masih begitu ragu dengan apa yang akan terjadi hari ini, tapi... hatiku hari ini benar - benar meyakinkanku, bahwa hari ini will be okey :)

***
F. Bidadari Desa Nyasar ke Metropolitan

Cukup membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menuju ke sekolah baruku. Aku belum sempat bertanya kepada ayahku, di mana  dan apa nama sekolah baruku itu. Memang selama perjalanan, aku lebih memilih banyak diam dari pada harus bertanya - tanya kepada ayah. Aku diam bukan  karena aku pendiam, tapi karena aku sedang memikirkan dan membayangkan bagaimana sekolahku nanti, bagaimana guru - guruku nanti, apakah seperti guru - guru di Bengangon ataukah guru killer seperti di sinetron - sinetron, bagaimanakah teman - teman baruku? apakah mereka seperti sahabat - sahabatku di kampung, ataukah seperti anak - anak yang di film - film yang sukanya ngebully anak baru? Bagaimanakah ruang kelasnya? nyaman atau justru membuat aku seperti cacing kepanasan? Ahhhh... aku tak mau membayangkan itu semua... aku hanya ingin percaya dengan kata hatiku, bahwa aku yakin semua itu akan baik - baik saja sebagaimana mestinya.

Tidak terasa mobilku sudah memasuki gerbang sekolah, dan aku baru tahu kalau ternyata aku sekolah di SMP N Cendrawasih. Namanya aneh banget yah? kayak nama burung. Emmhh burung cendrawasih itu kan indah dan mendapat julukan paradise bird, burung surga, karena keindahan dan kecantikan bulu - bulunya. Mungkin.. sekolah ini sebagus burung cendrawasih. mungkin.......

Kulangkahkan kakiku untuk turun dari mobil, Ya Tuhan... muridnya banyak banget. Dan ternyata sekolah ini gabung dengan SMA. namanya SMA Garuda,,, aku heran deh,, kenapa sekolah di sini semua seperti nama burung, sungguh aneh tapi nyata. -_-

Begitu aku turun dari mobil, banyak anak yang nglihatin aku. Aduh.. apa ada yang salah ya dengan penampilanku? Apa aku kelihatan norak? Oh My God... mungkin mereka berfikir kalau aku itu orang desa yang baru masuk kota Metropolitan yang anaknya gaul - gaul, nggak seperti aku yang kelihatan katrok ini.
Tapi.. kenapa mereka ngliatin aku sambil senyum - senyum ya? apa aku ini lucu kayak badut.. Uhhhh pengin njerit deh...
Atau jangan - jangan mungkin karena aku cantik dan mereka pikir aku ini Bidadari desa yang nyasar ke Metropolitan? Ah... ada - ada saja aku ini, ... sudahlah abaikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar