E. Keyakinan Hati
Tidak seperti biasa, aku hari ini bangun lebih awal dari hari -
hari biasanya. Udara dingin masih menyelimuti kota Metropolitan. Tubuhku yang
biasanya tidak bisa diajak kompromi, khusus hari ini sangat bersemangat untuk
mengikuti kemauanku. Ku beranjak dari ranjang tidurku dan segera bergegas ke
kamar mandi tanpa melihat jam yang terpatung manis di meja sebelah ranjang
tidurku. Ku lawan udara dingin yang seakan memintaku untuk kembali berbaring di
bawah selimut tebal yang menggodaku itu, tapi rasanya pagi ini imanku benar -
benar kuat. Kuabaikan semua godaan yang menghampiriku.
Ku ambil air wudlu, kubasuhkan ke wajahku, seakan membuat wajahku
yang semalaman meredup kini kembali bersinar terang bak cahaya purnama yang
menyinari bumi. Ku ambil mukenah dan mulai kulantunkan lafadz lafadz Allah.
Kupanjatkan do'a memohon kepada Tuhan, semoga di hari ini, hari
pertama aku menimba ilmu di kota baru, di lingkungan yang baru, Engkau selalu
memberikan perlindungan dan keberkahan buatku, aku percaya Engkau selalu di
sisiku. :)
***
Kupakai seragam putih biru tua ku sewaktu aku sekolah di
Bengangon, ku sandang tas baruku, kupakai si hitam di kakiku, berharap
merekalah yang akan menemaniku sehari ini di sekolah.
"Wawa.... wawa.." suara Ibu yang dari tadi memanggilku,
memintaku untuk segera menuju ke ruang makan untuk sarapan pagi.
Setelah sekian lama aku bercermin di depan kaca, aku pun segera
menuju ke lantai bawah untuk sarapan pagi. Dengan diiringi suara derapan sepatu
hitamku yang mengkilat karena baru saja selesai aku semir, aku menuju ke meja
makan.
Ayah dan Ibu sudah menungguku di meja makan, sedangkan mbok inem
lebih memilih untuk makan di belakang saja, walaupun sudah dipaksa ayah untuk
ikut bergabung di meja makan bersama kami.
Sarapan ku pagi ini ditemani oleh sepiring nasi goreng khas
Bengangon buatan ibu dan semangkok bubur ayam buatan mbok inem, ditambah
segelas susu segar yang dibawa ayah dari Bengangon. Cukup lah untuk menyimpan
energi untuk di sekolah nanti....
Setelah semua menu aku lahap, aku pun segera bergegas menuju ke
mobil. Mulai hari ini dan seterusnya, aku akan berangkat sekolah bersama dengan
ayah.
Dengan mengucapkan salam kucium tangan Ibu dan mbok inem, seakan
turut mendoakanku untuk hari ini.
"Assalamu'alaikum bu, mbok, doakan aku sukses menempuh hari
baruku ini. " batinku
lambaian tangan dari Ibu dan mbok inem terus aku pandang sampai
mereka terlihat mengecil, mengecil, dan kemudian menghilang begitu saja dalam
penglihatanku. Aku masih begitu ragu dengan apa yang akan terjadi hari ini,
tapi... hatiku hari ini benar - benar meyakinkanku, bahwa hari ini will be okey
:)
***
F. Bidadari Desa Nyasar ke Metropolitan
Cukup membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menuju ke sekolah
baruku. Aku belum sempat bertanya kepada ayahku, di mana dan apa nama
sekolah baruku itu. Memang selama perjalanan, aku lebih memilih banyak diam
dari pada harus bertanya - tanya kepada ayah. Aku diam bukan karena aku
pendiam, tapi karena aku sedang memikirkan dan membayangkan bagaimana sekolahku
nanti, bagaimana guru - guruku nanti, apakah seperti guru - guru di Bengangon
ataukah guru killer seperti di sinetron - sinetron, bagaimanakah teman - teman
baruku? apakah mereka seperti sahabat - sahabatku di kampung, ataukah seperti anak
- anak yang di film - film yang sukanya ngebully anak baru? Bagaimanakah ruang
kelasnya? nyaman atau justru membuat aku seperti cacing kepanasan? Ahhhh... aku
tak mau membayangkan itu semua... aku hanya ingin percaya dengan kata hatiku,
bahwa aku yakin semua itu akan baik - baik saja sebagaimana mestinya.
Tidak terasa mobilku sudah memasuki gerbang sekolah, dan aku baru
tahu kalau ternyata aku sekolah di SMP N Cendrawasih. Namanya aneh banget yah?
kayak nama burung. Emmhh burung cendrawasih itu kan indah dan mendapat julukan
paradise bird, burung surga, karena keindahan dan kecantikan bulu - bulunya.
Mungkin.. sekolah ini sebagus burung cendrawasih. mungkin.......
Kulangkahkan kakiku untuk turun dari mobil, Ya Tuhan... muridnya
banyak banget. Dan ternyata sekolah ini gabung dengan SMA. namanya SMA
Garuda,,, aku heran deh,, kenapa sekolah di sini semua seperti nama burung,
sungguh aneh tapi nyata. -_-
Begitu aku turun dari mobil, banyak anak yang nglihatin aku.
Aduh.. apa ada yang salah ya dengan penampilanku? Apa aku kelihatan norak? Oh
My God... mungkin mereka berfikir kalau aku itu orang desa yang baru masuk kota
Metropolitan yang anaknya gaul - gaul, nggak seperti aku yang kelihatan katrok
ini.
Tapi.. kenapa mereka ngliatin aku sambil senyum - senyum ya? apa
aku ini lucu kayak badut.. Uhhhh pengin njerit deh...
Atau jangan - jangan mungkin karena aku cantik dan mereka pikir
aku ini Bidadari desa yang nyasar ke Metropolitan? Ah... ada - ada saja aku
ini, ... sudahlah abaikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar