C. SANG PUTRI JATUH CINTA
Pagi yang indah,, seindah hatiku di pagi hari ini. Kulangkahkan
kakiku untuk turun dari ranjang tidurku. Entah kenapa, pagi ini hatiku sangat
bersemangat. Ingin rasanya aku mengitari dunia ini, menikmati sejuknya udara
disekitar istana baruku. entah apa yang membawa aku untuk keluar dari rumahku,
dan entah apa yang ingin aku temui dan yang ingin aku lakukan. Tapi, terbesit
suara di dalam hatiku, suara yang mengajakku untuk menemui seseorang.
Seseorang? Siapa? Emmhh.. mungkin pangeran yang tadi sore aku temui.
Aku segera bergegas untuk keluar rumah, menyusuri jalan - jalan
kecil yang kemarin sore aku lewati. Berharap, aku juga menemui seseorang yang
kemarin sore sempat bercanda tawa denganku. siapa lagi kalau bukan Indra. Oh My
God.. kenapa aku jadi mikirin Indra terus ya? Masak aku suka sama Indra?
padahal belum genap satu hari aku kenal sama dia. bahkan cuma beberapa menit
saja aku ngobrol sama dia, tapi perasaanku serasa dipenuhi oleh dia.. Sungguh
aku tak mengerti, jujur aku belum pernah merasakan ini sebelumnya. Apa mungkin
aku jatuh cinta sama Indra?
Cinta?? bahkan aku baru mengenal kata itu detik ini. Kata yang
sampai sekarang baru aku kenal. Aku merenung,,, kuhentikan langkah kakiku tepat
di depan bangku dimana aku bertemu Indra kemarin sore. aku duduk dan berfikir
tentang apa yang aku rasakan saat ini.
Aku merenung terlalu lama,,, lama sekali.. sampai matahari mulai
meninggi. Hari semakin cerah oleh sinar matahari, pertanda bahwa aku harus
pulang untuk sarapan pagi. Tapi.. ternyata, seseorang yang ingin aku temui tak
juga datang. Mungkin aku nggak akan bertemu dengan dia lagi, dan mungkin juga
aku nggak akan pernah mengenal kata cinta lagi.
Ahh sudahlah..
Matahari pagi yang semakin meninggi menemani langkahku untuk
kembali ke istana baruku. Suasana pagi ini memang sedikit berbeda dengan
suasana kemarin sore. Pagi ini banyak orang yang berlari - larian untuk jalan
pagi. Dan aku tidak melihat ada anak - anak seusiaku sama sekali. Entahlah..
mungkin mereka masih tidur, atau mungkin memang tidak ada anak - anak di
perumahan ini. seenggaknya masih ada satu anak yang sebaya denganku, dan hari
ini anak itu tak ada juga? Oh Tuhan.,,,, malang sekali aku ini, tinggal di
istana megah yang sunyi tanpa canda ria suara anak - anak.
***
Ini hari Minggu... jadi ayah tidak pergi ke kantor. Tapi,, serasa
ada yang aneh deh,,.. Ya Tuhan.. ini kan hari terakhir liburan, dan besok harus
udah masuk ke sekolah baruku. Haduh,, apa sih yang ada difikiranku? sampai
sampai aku lupa kalau ini adalah hari terakhir libur sekolah? Baru nyebut kata
cinta sekali aja udah bikin aku lupa hari, apalagi kalau udah merasakan? Bisa
bisa lupa abjad deh aku.... -_____-
Akupun segera membereskan baju - baju dan seragamku yang masih
kececeran dari kemarin. Semua barang - barang telah selesai aku keluarkan dan
aku tata dengan rapi di kamar baruku. Dan hari sudah semakin siang, tapi aku
belum beli peralatan sekolah sekalipun. Haduuhh,,, bakalan super sibuk deh hari
ini.
Tanpa berfikir panjang aku pun segera meminta ayah untuk menemani
aku membeli peralatan sekolah, mulai dari tas, sepatu, buku dan lainnya.
"Yah,,, temenin aku ke mall yuk? sekalian jalan -
jalan."
"Mau ngapain? kita kan baru aja pindahan masak udah langsung
jalan - jalan sih?"
"Aduh ayah.. besok itu aku udah masuk sekolah, dan aku belum
punya sepatu, tas, sama buku. Masak besok aku sekolah pake sendal sih?"
"Ooh begitu,, iya deh nanti ayah antar, tapi jangan sekarang
ya? soalnya masih panas. Sekarang kamu tidur dulu, nanti malam baru kita jalan
- jalan sekalian makan malam di luar ya?"
"Beneran yah? makasih ya yah?"
****
D. ANGGOTA BARU
Setelah sholat maghrib aku pun segera ganti baju dan bergegas
untuk menuju ke mobil, siap untuk melihat kota metropolitan di malam hari.
Lampu - lampu yang bersinar terang dan suara bising berbagai macam kendaraan
menghiasi malam ini.
Sudah hampir 2 jam aku keliling - keliling mall, peralatan yang
aku butuhkan pun juga sudah ada di tanganku. ingin rasanya aku segera pulang
dan tepar di atas ranjang tidurku yang sudah menantiku.
Ketika perjalanan pulang, dengan tidak sengaja aku melihat ada
seorang wanita paruh baya yang dengan tubuh lemas bersimpuh di pinggir jalan,
aku dan ayah segera menghampiri wanita itu. tubuhnya sangat lemas, bahkan sudah
tidak kuat lagi untuk bicara.
Aku dan ayah segera membawa wanita itu ke dalam mobil dan
mengajaknya pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, aku segera memberi wanita itu makan dan
selesai makan, dia mulai menceritakan tentang dirinya.
"Makasih ya nak, sudah bersedia untuk menolong saya."
"Iya sama - sama buk, nama ibu siapa?" tanya ayah.
"Panggil saja saya mbok inem tuan.. rumah saya digusur, jadi
saya sudah tidak tahu lagi dimana saya harus tinggal. Sudah tidak ada yang mau
merawat saya. Bolehkah saya bekerja di sini? jadi pembantu pun saya mau"
"Mbok inem boleh tinggal di sini, dan anggap saja kami keluarga
mbok inem sendiri" hibur ibu.
"Terima kasih buk, pak"
"Oh ya.. kenalin mbok, namaku Azwa, panggil saja aku Wawa.
aku seneng mbok inem di sini, jadi ada yang nemenin aku selagi ayah dan ibu
bekerja"
"Iya wawa,, "
"Nah, wawa.sekarang kamu anterin mbok inem ke kamar belakang
ya? biar istirahat dulu, kasihan masih lemas gitu"
"Baik yah.."
Dan sekarang, aku pun punya anggota keluarga baru. meskipun tidak
teman sebaya seperti yang aku inginkan, tapi aku cukup seneng kok dengan
hadirnya mbok inem di rumahku, hitung - hitung biar aku nggak kesepian.
Tuhan, terima kasih telah menghadirkan aku seorang teman lagi :)
seorang teman bagiku, seorang anggota keluarga baruku, sekaligus menjadi teman
penghapus kesepianku. Thanks God :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar