Sabtu, 24 Agustus 2013

My Life Story Part III


C. SANG PUTRI JATUH CINTA

Pagi yang indah,, seindah hatiku di pagi hari ini. Kulangkahkan kakiku untuk turun dari ranjang tidurku. Entah kenapa, pagi ini hatiku sangat bersemangat. Ingin rasanya aku mengitari dunia ini, menikmati sejuknya udara disekitar istana baruku. entah apa yang membawa aku untuk keluar dari rumahku, dan entah apa yang ingin aku temui dan yang ingin aku lakukan. Tapi, terbesit suara di dalam hatiku, suara yang mengajakku untuk menemui seseorang. Seseorang? Siapa? Emmhh.. mungkin pangeran yang tadi sore aku temui.

Aku segera bergegas untuk keluar rumah, menyusuri jalan - jalan kecil yang kemarin sore aku lewati. Berharap, aku juga menemui seseorang yang kemarin sore sempat bercanda tawa denganku. siapa lagi kalau bukan Indra. Oh My God.. kenapa aku jadi mikirin Indra terus ya? Masak aku suka sama Indra? padahal belum genap satu hari aku kenal sama dia. bahkan cuma beberapa menit saja aku ngobrol sama dia, tapi perasaanku serasa dipenuhi oleh dia.. Sungguh aku tak mengerti, jujur aku belum pernah merasakan ini sebelumnya. Apa mungkin aku jatuh cinta sama Indra?

Cinta?? bahkan aku baru mengenal kata itu detik ini. Kata yang sampai sekarang baru aku kenal. Aku merenung,,, kuhentikan langkah kakiku tepat di depan bangku dimana aku bertemu Indra kemarin sore. aku duduk dan berfikir tentang apa yang aku rasakan saat ini.

Aku merenung terlalu lama,,, lama sekali.. sampai matahari mulai meninggi. Hari semakin cerah oleh sinar matahari, pertanda bahwa aku harus pulang untuk sarapan pagi. Tapi.. ternyata, seseorang yang ingin aku temui tak juga datang. Mungkin aku nggak akan bertemu dengan dia lagi, dan mungkin juga aku nggak akan pernah mengenal kata cinta lagi.
Ahh sudahlah..

Matahari pagi yang semakin meninggi menemani langkahku untuk kembali ke istana baruku. Suasana pagi ini memang sedikit berbeda dengan suasana kemarin sore. Pagi ini banyak orang yang berlari - larian untuk jalan pagi. Dan aku tidak melihat ada anak - anak seusiaku sama sekali. Entahlah.. mungkin mereka masih tidur, atau mungkin memang tidak ada anak - anak di perumahan ini. seenggaknya masih ada satu anak yang sebaya denganku, dan hari ini anak itu tak ada juga? Oh Tuhan.,,,, malang sekali aku ini, tinggal di istana megah yang sunyi tanpa canda ria suara anak - anak.

***

Ini hari Minggu... jadi ayah tidak pergi ke kantor. Tapi,, serasa ada yang aneh deh,,.. Ya Tuhan.. ini kan hari terakhir liburan, dan besok harus udah masuk ke sekolah baruku. Haduh,, apa sih yang ada difikiranku? sampai sampai aku lupa kalau ini adalah hari terakhir libur sekolah? Baru nyebut kata cinta sekali aja udah bikin aku lupa hari, apalagi kalau udah merasakan? Bisa bisa lupa abjad deh aku.... -_____-

Akupun segera membereskan baju - baju dan seragamku yang masih kececeran dari kemarin. Semua barang - barang telah selesai aku keluarkan dan aku tata dengan rapi di kamar baruku. Dan hari sudah semakin siang, tapi aku belum beli peralatan sekolah sekalipun. Haduuhh,,, bakalan super sibuk deh hari ini.

Tanpa berfikir panjang aku pun segera meminta ayah untuk menemani aku membeli peralatan sekolah, mulai dari tas, sepatu, buku dan lainnya.
"Yah,,, temenin aku ke mall yuk? sekalian jalan - jalan."

"Mau ngapain? kita kan baru aja pindahan masak udah langsung jalan - jalan sih?"

"Aduh ayah.. besok itu aku udah masuk sekolah, dan aku belum punya sepatu, tas, sama buku. Masak besok aku sekolah pake sendal sih?"

"Ooh begitu,, iya deh nanti ayah antar, tapi jangan sekarang ya? soalnya masih panas. Sekarang kamu tidur dulu, nanti malam baru kita jalan - jalan sekalian makan malam di luar ya?"

"Beneran yah? makasih ya yah?"
****
D. ANGGOTA BARU

Setelah sholat maghrib aku pun segera ganti baju dan bergegas untuk menuju ke mobil, siap untuk melihat kota metropolitan di malam hari. Lampu - lampu yang bersinar terang dan suara bising berbagai macam kendaraan menghiasi malam ini.

Sudah hampir 2 jam aku keliling - keliling mall, peralatan yang aku butuhkan pun juga sudah ada di tanganku. ingin rasanya aku segera pulang dan tepar di atas ranjang tidurku yang sudah menantiku.

Ketika perjalanan pulang, dengan tidak sengaja aku melihat ada seorang wanita paruh baya yang dengan tubuh lemas bersimpuh di pinggir jalan, aku dan ayah segera menghampiri wanita itu. tubuhnya sangat lemas, bahkan sudah tidak kuat lagi untuk bicara.
Aku dan ayah segera membawa wanita itu ke dalam mobil dan mengajaknya pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, aku segera memberi wanita itu makan dan selesai makan, dia mulai menceritakan tentang dirinya.

"Makasih ya nak, sudah bersedia untuk menolong saya."

"Iya sama - sama buk, nama ibu siapa?" tanya ayah.

"Panggil saja saya mbok inem tuan.. rumah saya digusur, jadi saya sudah tidak tahu lagi dimana saya harus tinggal. Sudah tidak ada yang mau merawat saya. Bolehkah saya bekerja di sini? jadi pembantu pun saya mau"

"Mbok inem boleh tinggal di sini, dan anggap saja kami keluarga mbok inem sendiri" hibur ibu.

"Terima kasih buk, pak"

"Oh ya.. kenalin mbok, namaku Azwa, panggil saja aku Wawa. aku seneng mbok inem di sini, jadi ada yang nemenin aku selagi ayah dan ibu bekerja"

"Iya wawa,, "

"Nah, wawa.sekarang kamu anterin mbok inem ke kamar belakang ya? biar istirahat dulu, kasihan masih lemas gitu"

"Baik yah.."

Dan sekarang, aku pun punya anggota keluarga baru. meskipun tidak teman sebaya seperti yang aku inginkan, tapi aku cukup seneng kok dengan hadirnya mbok inem di rumahku, hitung - hitung biar aku nggak kesepian.
Tuhan, terima kasih telah menghadirkan aku seorang teman lagi :) seorang teman bagiku, seorang anggota keluarga baruku, sekaligus menjadi teman penghapus kesepianku. Thanks God :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar